Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Sejarah » Warisan Syekh Abdurrauf di Aceh Singkil

Warisan Syekh Abdurrauf di Aceh Singkil

(808 Views) April 2, 2016 5:46 am | Published by | No comment

Karya dan Peninggalan Syekh Abdurrauf Al Singkili

peninggalan-syech-hamzah-fansuri

peninggalan-syech-hamzah-fansuri

Penulis sangat gembira  mendapatkan informasi ini. Ternyata ada warisan peninggalan dari ulama Syekh Abdurrauf Al Singkili di Singkil. Informasi ini saya dapatkan dari seorang penulis di Aceh Singkil – Sadri Ondang Jaya.

Warisan ulama besar ini berupa qur’an yang ditulis sendiri oleh Syekh Abdurrauf. Selain qur’an tersebut, ada juga tongkat dan tasbih yang biasa digunakan oleh Syek Abdurrauf Al Singkili.

Dari hasil pembicaraan dengan Sadri Ondang Jaya dan sumber tulisannya di acehtrend, kami dapatkan informasi tentang warisan Syekh Abdurrauf Al Singkili sebagai berikut.

 

 

Di Aceh Singkil, ada satu kampung bernama Silatong. Kampung ini, termasuk juga dalam Kecamatan Suro. Daerah tempat Syekh Abdurrauf pertama kalinya mengaji beberapa dasar  keislaman pada Ayahnya Syekh Ali Fansuri atau abang dari penyair/sufi/ulama Syekh Hamzah Fansuri.

Di Kampung Silatong, sekarang ini, tinggal seorang warga bernama Lembong. Usianya telah lanjut. Diprediksikan sekitar 75 tahun. Sepintas Lembong terlihat seperti warga umum. Tetapi sesudah dikilas balik serta berdasar pada pengakuannya, rupanya dia termasuk dalam silsilah keluarga Syekh Abdurrauf Al-Singkili.

Sebagai keturunan dari keluarga Syekh Abdurrauf, Lembong banyak tahu cerita serta silsilah ulama yang memiliki talenta serta tersohor ke mancanegara itu. Lelaki itu juga mengoleksi beberapa peninggalan atau warisan Syekh Abdurrauf. Ada tongkat, tasbih, serta Al-Quran tulisan tangan Syekh Abdurrauf Al-Singkili.

“Ini benda peninggalan serta warisan Syekh Abdurrauf yang tetap masih saya simpan serta saya jaga. Dahulu warisan ini sering kesana kemari, bila ada pameran atau pagelaran kebudayaan. Namun saat ini, tak saya perkenankan, ” papar Lembong sambil tunjukkan benda peninggalan.

Al-Quran tulisan tangan Syekh Abdurrauf Al-Singkili, termasuk juga mahakarya atau masterpiece Syekh Abdurrauf selain  22 buah mahakarya yang lain. Seperti, satu buah kitab tafsir dalam bahasa Melayu, dua buah kitab hadis, tiga kitab fikih, serta kitab tasawuf.

Al-Quran yang warga sekitaran menamainya dengan Al-Quran Abdurrauf, ditulis dengan bahasa Arab. Memakai kertas kuno serta tinta dari getah kayu berwarna. Bentuk Al-Quran ini, memiliki ukuran panjang 30 cm serta lebar 20 cm.

Biarpun keadaan fisik Al-Quran, tampak mulai rusak lantaran telah tua dimakan  umur, tetapi masih  dapat di baca dengan jelas.

Namun bila Al-Quran ini tak secepatnya  dipelihara atau dirawat dengan memakai tehnologi yang ada, telah barang tentu pasti rusak bahkan musnah.

Suatu hal yang sangat disayangkan jika qur’an tulisan ulama sekelas Syekh Abdurrauf Al Singkili harus musnah. Sangat diharapkan jika Pemda Aceh Singkil dapat memperhatikan warisan ini.

Hal ini penting karena ;

  1. Warisan tersebut adalah kitab suci Al Qur’an, kita pahami juga Aceh pada umumnya dan Singkil khususnya menerapkan syariah Islam yang dasarnya ada di Qur’an
  2. Warisan ini dari Syekh Abdurrauf Al Singkili, tokoh ulama dunia yang memiliki karya-karya besar dan dihargai di dunia sastera dan Islam. Tokoh ini jelas mewakili Singkil dan tercantum di namanya, telah membuat dayah/pesantren untuk belajar Islam di tanah Singkil.
  3. Penganut Islam yang baik adalah yang dekat dengan ulamanya. Bukankah ulama penerus para Nabi. Selayaknya kita melestarikan warisan ulama penerus Nabi ini.

Penulis yakin, melestarikan warisan ulama ini sangat bermanfaat untuk generasi penerus di Aceh Singkil dan Aceh umumnya.

Semoga tulisan ini dapat ditemukan pihak yang terkait atau manusia yang mau dan mampu melestarikan firman-firman Tuhan yang telah ditulis oleh ulama Syekh Abdurrauf ini.

Salam

No comment for Warisan Syekh Abdurrauf di Aceh Singkil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You might also likeclose