Menu Click to open Menus
Home » Seni » Ah Tah dan Ai Tah

Ah Tah dan Ai Tah

(105 Views) October 28, 2019 9:12 pm | Published by | No comment

Ah Tah dan Ai Tah dalam Lisan Orang Singkil.

by : Jaminudin.

ah tah bahasa singkil

Ah Tah dan Ai Tah adalah sebuah bahasa penghantar yang sering diucapkan oleh masyarakat Singkil berupa keluhan yang teramat mendalam ketika berada dalam situasi yang membingungkan atau tidak dapat berbuat apa-apa lagi atau baiknya pasrah sajalah dengan takdir.

Sebagai contoh, ketika duduk di bangku perkuliahan dulu, kebetulan saya memiliki seorang teman yang berasal dari Singkil. Kalimat ah tah dan ai tah acap kali terdengar dari lisannya ketika sedang dalam kebingungan, kebingungan dalam menjawab soal misalnya, hingga kecewa terhadap sesuatu yang menurutnya tak mesti terjadi.

Ketika ujian final misalnya, seluruh mahasiswa dianggap telah mampu menjawab soal yang diberikan oleh dosennya. Sebab memang setiap dosen selalu memberikan soal ujian dari apa yang telah diajarkannya. Namun karena tak belajar dengan rajin, teman saya ini merasa kebingungan untuk menjawab soal yang disediakan. Lalu dengan spontan kata Ah tah pun keluar dari lisannya.

“Ah tah, payahna peh soal na en!” Yang berarti menyatakan kalau soal yang diberikan dosen tersebut sangat sukar untuk dijawab olehnya.

Begitu juga ketika ia menyesali hal yang seharusnya tidak terjadi. Sebagai contoh ketika orang tersebut memperingatkan untuk tidak ngebut dalam berkendaraan misalnya, namun seseorang itu tak menghiraukan perkataan tersebut, dengan begitu keluarlah kata Ai tah dengan ditambah kalimat “nggo ku dokken ndai ulang khekhudu su” yang berarti menyatakan rasa kekecewaan yang teramat mendalam.

Bahasa ah tah juga sering diucapkan oleh orang Singkil ketika mendengar sesuatu yang nyaman terdengar di telinga. Misalnya ketika orang Singkil sedang bersyair atau berpantun selalu menggunakan kata ah tah dan ai tah di bagian akhir syair atupun pantunnya, seperti syair dalam Tari Ambe-ambeken atau Tari Mekhalas (tari tradisional Suku Singkil) berikut ini:

Diukukh baju nggedang tangan
Di angkit bubu dijujung kikhang
Susukh agakku laus medalan
Kut-kuten jabu mido sikhang
Ah tah/ai tah…

Bahasa ah tah dan ai tah juga acap kali digunakan ketika melihat wanita cantik. Misalnya ketika seorang lelaki melihat wanita yang ia kagumi, seketika itu keluarlah bahasa Ah tah dari lisannya, dengan ditambah kalimat pelengkap di akhir kalimat, sebagaimana contoh berikut ini:

“Ah tah, mbekhu na kona en dik, bang jadi pekhmain umak ku kona en dik, lolo na ateku i”.

Yang maksudnya adalah Ah tah, betapa cantiknya kamu dek, andaikan saja kau jadi menantu orangtua ku. Alangkah bahagianya diriku ini.

Bahasa ah tah dan ai tah juga sering diucapkan ketika seseorang melakukan kesalahan atau kebodohan, dalam sebuah contoh “ah tah kade mo kekhajo mu en”. Yang maksudnya seseorang tersebut melakukan sebuah kesalahan. Atau “ai tah gegumbu na kekhajo mu en” yang maksudnya seseorang tersebut telah melakukan tindakan bodoh. Biasanya dalam kasus seperti ini terjadi di kalangan remaja sesama temannya.

Selain itu bahasa ah tah dan ai tah juga sering diucapkan seseorang ketika menyesali perbuatannya sendiri, menyesal akan tindakan yang ia lakukan atau bahkan kebodohannya sendiri. Sebagaimana contoh kalimat tanya berikut ini: ah tah, kune nola peh asa begen ndei du? Yang bermaksud ia telah menyesali perbuatannya yang seharusnya tidak dikerjakannya. Sehingga ia mengucapkan itu dengan mempertanyakannya kepada dirinya sendiri. Biasanya juga penyesalan tersebut adalah penyesalan yang sangat mendalam. Sehingga keluarlah ah tah dan ai tah tersebut.

Tidak hanya sampai disitu, bahasa ah tah dan ai tah juga sering terdengar dalam nasehat orangtua masyarakat Singkil ketika sedang menasehati anak-anak mereka. Ucapan ah tah dan ai tah itu pula langsung mengena hati si anak. Dalam contoh berikut ini: “Ai tah pukak, ulang mo kona pehangke sekola, idah kona mo bapakmu adena leja mebahan” yang maknanya adalah nasehat seorang Ibu kepada anaknya agar rajin dan giat untuk sekolah, tidak malas-malasan agar kelak sukses tak seperti orangtuanya yang hanya bertani.

Kemudian bahasa ah tah dan ai tah juga termasuk dalam kata-kata yang tidak mempunyai arti dalam bahasa Indonesia akan tetapi bahasa ah tah dan ai tah mempunyai makna yang begitu mendalam.

Sehingga bahasa ah tah dan ai tah itulah bahasa penghantar masyarakat singkil yang tidak punya arti namun memilikii makna yang teramat mendalam. Sebab bahasa ah tah dan ai tah banyak digunakan dalam hal lika-liku kehidupan yang terjadi dalam hidup dan kehidupan masyarakat Singkil, baik dalam suka maupun duka.

Terakhir, bahasa ah tah dan ai tah juga tak hanya sebatas yang telah dijelaskan di atas, akan tetapi lebih dari itu. Yakni juga merupakan sebuah identitas, simbol, dan kekhasan orang Singkil itu sendiri, sebab bahasa ah tah dan ai tah ini hanya akan didengar melalui lisan orang Singkil saja. Sehingga ketika ada seseorang yang mengucapkan ah tah atau ai tah, berarti seseorang tersebut adalah orang Singkil. Atau setidak-tidaknya berKTPkan Aceh Singkil.

Adapun poin yang paling penting yang ingin saya katakan adalah, bahwa sesungguhnya setiap bahasa itu memiliki fungsinya masing-masing. Untuk itu sudah sepantasnya kita untuk terus menjaga serta melestarikannya, sehingga tak ada alasan lagi untuk kita malu berbahasa daerah sendiri, di mana pun itu.

 

No comment for Ah Tah dan Ai Tah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You might also likeclose